Santriwati Diperkosa, Hamil 6 Bulan

Posted on January 13, 2010. Filed under: Berita | Tags: , , , |

KHF, sebut saja begitu. Gadis 15 tahun ini tak pernah membayangkan sebelumnya nasib naas akan menimpa dirinya. KHF adalah seorang santriwati di sebuah pondok pesantren di wilayah Cikupa, Tangerang, yang menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan oleh pimpinan ponpesnya sendiri.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Juli 2009 di pondok pesantren tempat KHF bersekolah. Awalnya, suatu hari, korban mendatangi pelaku, HDN, di kantor sekolah untuk melapor bahwa dirinya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua OSIS.

Bukannya merespons omongan korban, pelaku justru mengganti topik pembicaraan dengan mengatakan bahwa salah satu khodam (jin) menyukai korban. Jika korban mau bersetubuh dengan khodam tersebut, katanya, korban akan mendapatkan ilmu yang lebih dari santri-santri lainnya. Namun, saat itu juga korban langsung menolak tegas ajakan pelaku itu.

Hingga akhirnya, beberapa hari setelah pertemuan dengan pelaku itu, tepatnya pada 19 Juli 2009, pelaku berhasil merenggut kesucian gadis malang itu. Pada hari itu, seusai melakukan piket sekolah, KHF pergi ke dapur ponpes untuk mengambil air minum. Tak lama berselang, pelaku HDN memanggil korban. Korban pun langsung menghampiri dan mencium tangan dia layaknya guru dan murid.

Pada saat itu, kata KHF, dirinya mulai merasa dalam kondisi tidak sadar dan sudah berada di dalam kamar pribadi pelaku saat terbangun. Setelah kejadian itu, pelaku mengantar korban keluar kamar tanpa bicara sepatah kata pun, sedangkan korban merasa seluruh tubuhnya lemas dan ada rasa sakit di bagian kemaluannya.

Pascakejadian itu, korban tak pernah berani bercerita kepada siapa pun, termasuk kepada kedua orangtuanya. Kedua orangtua KHF baru mengetahui perbuatan bejat HDN itu beberapa bulan setelahnya. Ibu korban, Khadijah, curiga dengan kondisi perut anaknya yang semakin membesar.

Sang ibu akhirnya menanyakan kondisi itu kepada korban. Awalnya KHF berkilah bahwa dirinya hamil. Namun, atas desakan sang ibu, korban diperiksakan ke rumah sakit dan hasilnya korban dinyatakan telah hamil enam bulan.

Sudah telanjur kehamilannya diketahui sang ibu, korban pun akhirnya menceritakan perbuatan bejat HDN kepada dirinya. Mengetahui perbuatan bejat HDN, ibu korban tak terima. Khadijah langsung mendatangi HDN di rumahnya untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban.

Namun, tak dinyana, pelaku justru menolak mengakui telah menghamili korban. Bahkan, pelaku malah menuduh korban melakukan hubungan badan dengan pacarnya hingga hamil seperti itu.

Tak tinggal diam, Khadijah bersama suami pun memilih penyelesaian dengan jalur hukum. Mereka mengadukan kasus yang menimpa putrinya itu ke Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Jakarta.

Menurut Ketua PBHI Jakarta Hendrik Sirait, PBHI akan menindaklanjuti pengaduan tersebut sampai tuntas dan akan berupaya semaksimal mungkin agar si pelaku mendapat ganjaran hukum yang setimpal.

Saat ini, kata Hendrik, kasus KHF telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan sedang dalam proses pendalaman. "PBHI sudah melaporkan kasus ini ke Polda tanggal 11 Januari dan sedang dalam proses. Korban juga sudah divisum. Sekarang tinggal tunggu perkembangan dan tahapan-tahapan selanjutnya. Yang terpenting sih pelaku harus bisa segera ditangkap dulu," ujar Hendrik saat ditemui di Kantor PBHI, Jakarta Timur, Rabu (13/1/2010) siang.(kompas)
About these ads

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: