<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Media Kita Semua &#187; bayi</title>
	<atom:link href="http://medianya.wordpress.com/tag/bayi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://medianya.wordpress.com</link>
	<description>Media berita dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2009 04:11:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='medianya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/722dc63246c148a5d332a092f975146c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Media Kita Semua &#187; bayi</title>
		<link>http://medianya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://medianya.wordpress.com/osd.xml" title="Media Kita Semua" />
		<item>
		<title>Ibu Kanibal Memakan Bayinya</title>
		<link>http://medianya.wordpress.com/2009/07/31/ibu-kanibal-memakan-bayinya/</link>
		<comments>http://medianya.wordpress.com/2009/07/31/ibu-kanibal-memakan-bayinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 02:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[dibunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kanibal]]></category>
		<category><![CDATA[memakan]]></category>
		<category><![CDATA[menghabisi nyawa bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medianya.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[SAN ANTONIO &#8211; Kejadian mengerikan mengguncang Kota San Antonio, Texas. Minggu (26/7) dini hari waktu setempat, Otty Sanchez, 31, membunuh darah dagingnya sendiri yang masih berusia 3,5 bulan. Tidak sampai di situ, dia lantas memutilasi bayi laki-lakinya serta bertindak seperti manusia kanibal dengan memakan bagian otak dan jempol kaki si bayi. 
Polisi menemukan Otty bersimbah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medianya.wordpress.com&blog=5481176&post=134&subd=medianya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SAN ANTONIO &#8211; Kejadian mengerikan mengguncang Kota San Antonio, Texas. Minggu (26/7) dini hari waktu setempat, Otty Sanchez, 31, membunuh darah dagingnya sendiri yang masih berusia 3,5 bulan. Tidak sampai di situ, dia lantas memutilasi bayi laki-lakinya serta bertindak seperti manusia kanibal dengan memakan bagian otak dan jempol kaki si bayi. </p>
<p>Polisi menemukan Otty bersimbah darah di sebelah jasad bayinya yang sudah tidak utuh pada Minggu pagi. Diduga, dia berusaha bunuh diri setelah menghabisi nyawa bayi kecilnya dengan samurai. Sebelum dibawa ke penjara Bexar untuk ditahan, mantan pekerja kesehatan itu dirawat di rumah sakit karena luka cukup parah di bagian dada dan tenggorokan.</p>
<p>Sembari menjalani pemeriksaan polisi, Otty juga berkonsultasi dengan psikolog. &quot;Mungkin ada tanda-tanda peringatan yang terlewatkan. Saya tidak tahu,&quot; ujar Kepala Polisi San Antonio William McManus. </p>
<p>Karena itu, dia lantas minta bantuan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan Otty. Saat ditangkap, dia mengaku membunuh bayinya atas perintah setan lewat bisikan gaib. Pengakuan itu membuat ayah si bayi, Scott W. Buchholz, geram. &quot;Dia membunuh anak saya. Dia harus dibakar di neraka,&quot; tandas pasangan hidup Otty itu seperti dilansir Daily Mail kemarin (29/7). </p>
<p>Dia berharap, polisi menjerat perempuan 33 tahun tersebut dengan pasal pembunuhan tingkat satu yang konsekuensinya hukuman mati. Juga, jika dia terbukti sehat dan tidak mengalami gangguan jiwa seperti yang dilaporkan bibinya, Gloria.</p>
<p>Menurut Gloria, keponakannya itu mengidap gangguan jiwa (schizophrenia) sejak tahun lalu. &quot;Dia cukup sering keluar-masuk bangsal sakit jiwa,&quot; terangnya. </p>
<p>Kondisi kejiwaan Otty pun diketahui Scott yang juga mengidap schizophrenia. Bedanya, Scott rutin mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter dan menjalani pemeriksaan. Sedangkan Otty tidak. Mengonsumsi obat yang diresepkan dokter pun, dia tidak mau. </p>
<p>Setelah melahirkan Scott Wesley Buchholz-Sanchez alias Baby Scott, bayi laki-lakinya, Otty mengalami depresi pasca melahirkan (post-natal depression). Sejak didiagnosis mengidap gangguan tersebut, dia rutin berkonsultasi kepada ahli jiwa. Dia juga pernah dirawat intensif di rumah sakit selama sehari pada 20 Juli lalu. </p>
<p>&quot;Tapi, obat-obatan yang diberikan tidak pernah dia sentuh,&quot; terang Scott. </p>
<p>Kendati demikian, tidak ada yang aneh dengan perilaku Otty. Dia terlihat sangat stabil. Sebagai ibu baru, dia pun sangat perhatian terhadap Baby Scott. &quot;Dia bertindak layaknya ibu yang sangat penyayang. Dia memeluk bayi kami, menyusuinya, dan melakukan yang terbaik untuknya,&quot; kenang pria 33 tahun yang mulai menjalin hubungan dengan Otty sekitar enam tahun lalu tersebut. </p>
<p>Di mata kerabat dekatnya pun, Otty adalah sosok yang baik. &quot;Dia seorang saudara yang baik dan pekerja keras. Kejadian ini sangat tragis dan kami hampir tidak percaya,&quot; tutur Greg Garcia, sepupu Otty. Manuela Sanchez, ibu Otty, pun sangat shock ketika mendengar berita pembunuhan tersebut. Tapi, perempuan yang pernah melaporkan Otty sebagai orang hilang pada Mei 2008 itu yakin bahwa putrinya tidak mengidap gangguan jiwa. (hep/ttg)</p>
Posted in Berita Tagged: bayi, bunuh, dibunuh, Ibu, kanibal, memakan, menghabisi nyawa bayi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medianya.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medianya.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medianya.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medianya.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medianya.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medianya.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medianya.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medianya.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medianya.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medianya.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medianya.wordpress.com&blog=5481176&post=134&subd=medianya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medianya.wordpress.com/2009/07/31/ibu-kanibal-memakan-bayinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fcae7e78b49fbfa28dc58640bda5e6?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengguncang Bayi Bisa Merusakkan Otaknya</title>
		<link>http://medianya.wordpress.com/2008/11/13/mengguncang-bayi-bisa-merusakkan-otaknya-2/</link>
		<comments>http://medianya.wordpress.com/2008/11/13/mengguncang-bayi-bisa-merusakkan-otaknya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 12:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[mengguncang]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[tangisan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[bisu]]></category>
		<category><![CDATA[tuli]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[cedera]]></category>
		<category><![CDATA[buta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medianya.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Cologne, Jerman- Orang tua yang emosi dengan tangisan anak, harus berpikir ulang sebelum bertindak kasar yang mengakibatkan penyesalan. Menguncang-guncang bayi menangis ternyata dapat menyebabkan kerusakan otak yang parah bahkan kematian.
DPA mengutip asosiasi dokter anak se-Jerman yang mengemukakan bahwa orang tua yang sedang emosi kepada anaknya harus segera meninggalkan ruangan atau menghitung hingga angka 10 lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medianya.wordpress.com&blog=5481176&post=21&subd=medianya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cologne, Jerman- Orang tua yang emosi dengan tangisan anak, harus berpikir ulang sebelum bertindak kasar yang mengakibatkan penyesalan. Menguncang-guncang bayi menangis ternyata dapat menyebabkan kerusakan otak yang parah bahkan kematian.</p>
<p>DPA mengutip asosiasi dokter anak se-Jerman yang mengemukakan bahwa orang tua yang sedang emosi kepada anaknya harus segera meninggalkan ruangan atau menghitung hingga angka 10 lalu menghirup nafas dalam-dalam. </p>
<p>Seorang dokter anak dapat menyarankan klinik rawat jalan terdekat untuk menggampangkan hubungan orang tua dengan &quot;bayi yang sulit&quot;.</p>
<p>Rata-rata sekitar 100 bayi di Jerman setiap tahun mengalami kerusakan parah di otak karena mereka diguncang-guncang pengasuhnya, yang hampir di semua kasus, &quot;terlalu terbebani&quot;.<span id="more-21"></span></p>
<p>Laporan mengenai angka tersebut berdasarkan sensus dari unit penyakit langka anak-anak di Jerman.</p>
<p>Asosiasi dokter anak di Jerman memperkirakan angka bayi yang mengalami trauma akibat diguncang-guncang, sebenarnya lebih tinggi lagi.</p>
<p>Para ahli mengemukakan bahwa faktor risiko atau pemicu trauma diguncang-guncang adalah tangis yang sejadi-jadinya. Kerusakan otak akibat terlalu kuatnya guncangan adalah penyebab terbesar kematian anak berusia enam hingga 12 bulan.</p>
<p>&quot;Kepala bayi secara proporsional lebih besar dan posisi otak relatif lebih tinggi dengan jumlah cairan yang banyak,&quot; kata profesor Hans-Juergen Nentwich, anggota dewan direktur asosiasi tersebut.</p>
<p>&quot;Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi-fungsi otak.&quot;</p>
<p>Robeknya pembuluh darah dan saraf menyebabkan pendarahan dan kerusakan pada otak.</p>
<p>Lebih dari dua pertiga anak yang mengalami trauma guncangan mengalami kerusakan penglihatan secara permanen, tuli dan bisu. Seperempat dari jumlah itu meninggal akibat cedera tersebut, kata Juergen Nentwich. (*)</p>
Posted in Artikel Tagged: anak, bayi, bisu, buta, cedera, emosi, jerman, kecelakaan, kerusakan, mengguncang, meninggal, orang tua, otak, resiko, tangisan, trauma, tuli <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medianya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medianya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medianya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medianya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medianya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medianya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medianya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medianya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medianya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medianya.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medianya.wordpress.com&blog=5481176&post=21&subd=medianya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medianya.wordpress.com/2008/11/13/mengguncang-bayi-bisa-merusakkan-otaknya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fcae7e78b49fbfa28dc58640bda5e6?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengguncang Bayi Bisa Merusakkan Otaknya</title>
		<link>http://medianya.wordpress.com/2008/11/13/mengguncang-bayi-bisa-merusakkan-otaknya/</link>
		<comments>http://medianya.wordpress.com/2008/11/13/mengguncang-bayi-bisa-merusakkan-otaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[mengguncang]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[tangisan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[bisu]]></category>
		<category><![CDATA[tuli]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[cedera]]></category>
		<category><![CDATA[buta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medianya.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Cologne, Jerman- Orang tua yang emosi dengan tangisan anak, harus berpikir ulang sebelum bertindak kasar yang mengakibatkan penyesalan. Menguncang-guncang bayi menangis ternyata dapat menyebabkan kerusakan otak yang parah bahkan kematian.
DPA mengutip asosiasi dokter anak se-Jerman yang mengemukakan bahwa orang tua yang sedang emosi kepada anaknya harus segera meninggalkan ruangan atau menghitung hingga angka 10 lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medianya.wordpress.com&blog=5481176&post=19&subd=medianya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cologne, Jerman- Orang tua yang emosi dengan tangisan anak, harus berpikir ulang sebelum bertindak kasar yang mengakibatkan penyesalan. Menguncang-guncang bayi menangis ternyata dapat menyebabkan kerusakan otak yang parah bahkan kematian.</p>
<p>DPA mengutip asosiasi dokter anak se-Jerman yang mengemukakan bahwa orang tua yang sedang emosi kepada anaknya harus segera meninggalkan ruangan atau menghitung hingga angka 10 lalu menghirup nafas dalam-dalam. </p>
<p>Seorang dokter anak dapat menyarankan klinik rawat jalan terdekat untuk menggampangkan hubungan orang tua dengan &quot;bayi yang sulit&quot;.</p>
<p>Rata-rata sekitar 100 bayi di Jerman setiap tahun mengalami kerusakan parah di otak karena mereka diguncang-guncang pengasuhnya, yang hampir di semua kasus, &quot;terlalu terbebani&quot;.</p>
<p>Laporan mengenai angka tersebut berdasarkan sensus dari unit penyakit langka anak-anak di Jerman.</p>
<p>Asosiasi dokter anak di Jerman memperkirakan angka bayi yang mengalami trauma akibat diguncang-guncang, sebenarnya lebih tinggi lagi.</p>
<p>Para ahli mengemukakan bahwa faktor risiko atau pemicu trauma diguncang-guncang adalah tangis yang sejadi-jadinya. Kerusakan otak akibat terlalu kuatnya guncangan adalah penyebab terbesar kematian anak berusia enam hingga 12 bulan.</p>
<p>&quot;Kepala bayi secara proporsional lebih besar dan posisi otak relatif lebih tinggi dengan jumlah cairan yang banyak,&quot; kata profesor Hans-Juergen Nentwich, anggota dewan direktur asosiasi tersebut.</p>
<p>&quot;Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi-fungsi otak.&quot;</p>
<p>Robeknya pembuluh darah dan saraf menyebabkan pendarahan dan kerusakan pada otak.</p>
<p>Lebih dari dua pertiga anak yang mengalami trauma guncangan mengalami kerusakan penglihatan secara permanen, tuli dan bisu. Seperempat dari jumlah itu meninggal akibat cedera tersebut, kata Juergen Nentwich. (antara)</p>
Posted in Artikel Tagged: anak, bayi, bisu, buta, cedera, emosi, jerman, kecelakaan, kerusakan, mengguncang, meninggal, orang tua, otak, resiko, tangisan, trauma, tuli <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/medianya.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/medianya.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/medianya.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/medianya.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/medianya.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/medianya.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/medianya.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/medianya.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/medianya.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/medianya.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=medianya.wordpress.com&blog=5481176&post=19&subd=medianya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medianya.wordpress.com/2008/11/13/mengguncang-bayi-bisa-merusakkan-otaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83fcae7e78b49fbfa28dc58640bda5e6?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>