Malaysia Sewot Usir WNI

Posted on June 9, 2009. Filed under: Berita | Tags: , , , , , , , , , |

img5

Polis Marine Malaysia Paksa Speedboat dari Pulau Sebatik Kembali

NUNUKAN – Malaysia mulai menunjukkan reaksi atas sengketa perbatasan dengan Indonesia di perairan Ambalat, Tarakan, Kalimantan Timur. Salah satunya adalah peningkatan pengamanan di perairan Tawau, yang masuk negara bagian Sabah. Tidak hanya berjaga-jaga, petugas keamanan Malaysia dari Polis Marine Malaysia bahkan mengusir warga negara Indonesia dari Sebatik yang hendak masuk Kota Tawau.

Penolakan itu terjadi Senin (8/6) sekitar pukul 08.00. Sebuah speedboat yang membawa beberapa penumpang dari Sebatik menuju Tawau harus kembali. ’’Polis Marine di Tawau melarang kami masuk," jelas salah seorang motoris (pengemudi) speedboat.

Namun, larangan itu tidak berlangsung lama. Sekitar dua jam kemudian, larangan memasuki Kota Tawau untuk Indonesia dicabut lagi. Arus bolak-balik speedboat penumpang dari Sebatik ke Tawau dan sebaliknya kembali normal.

Lalu, kenapa warga Indonesia dilarang ke Tawau? Kabarnya, Polis Marine Malaysia melarang speedboat memasuki Tawau karena masih terlalu pagi. ’’Kantor imigrasi di Pelabuhan Tawau belum buka," kata salah seorang motoris speedboat.

Namun, oleh motoris speedboat lain, dalih tersebut dinilai mengada-ada. Mengingat selama ini mereka biasa memberangkatkan penumpang pada jam yang sama dan tidak ada larangan.

Informasi lain menyebutkan, kebijakan pemerintah Malaysia melarang warga Indonesia ke Tawau (walau untuk sekadar berbelanja) tersebut terkait erat dengan gencarnya pemberitaan media Indonesia yang mengangkat sengketa Ambalat. ’’Para pejabat terkait pemerintah Malaysia di wilayah negara bagian Sabah menjadi gusar dengan ekspose berita media massa tentang permasalahan di Ambalat saat ini," jelas sumber Radar Tarakan (Jawa Pos Group) di Tawau.

Selain dipersulit masuk Tawau, pemerintah Tawau juga mempersulit pedagang tradisional di Pulau Sebatik yang biasa berdagang dengan warga Malaysia. Pedagang dari Sebatik yang membawa hasil perkebunan untuk dijual di Tawau saat ini dikenai biaya cap stempel pas lintas batas (PLB) di Imigresen Malaysia sebesar RM 20 atau setara Rp 60 ribu.

’’Setiap pedagang harus bayar biaya cap stempel Imigresen sebesar RM 10 setiap memasuki Tawau dan bayar lagi RM 10 ketika akan keluar dari Tawau," jelas salah seorang pedagang. (ade/jpnn/ruk)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: